Banyak Hewan Laut Lucu di Pulau Padar

Sekarang klo selfie semuanya minta pake Oppo F5, soalnya kulit jadi glowing tanpa bikin muka jadi beda, bikin kece dengan A.I Beauty Recognition dari Oppo Indonesia yang mengenali dan tidak menghilangkan ciri khas feature muka kita, plus layar Full Screen FHD+ yang bikin lebih mudah untuk selfie rame-rame.

Setiap kali melihat pohon, rasanya ingin manjat. Untung saya memakai #StretchIt360, koleksi denim dari @leecooperindo dengan teknologi baru untuk kenyamanan ekstra! Bahan 4-way-stretch mampu merenggang ke segala arah, #StretchIt360 memberi siluet sempurna untuk pemakainya dan mampu menyembalikan kerutan denim seperti semula setelah pemakaian!

Ini momen #RedefineComfort, sebagai traveler, gue sudah mendefinisikan ulang pengalaman dalam memakai jeans dengan koleksi #StretchIt360 untuk mendukung aktivitas gue, kalau kalian?

Taman Nasional Komodo

Once in a blue moon opportunity to selfie with the black manta ray! awalnya gara-gara liat Ferry Rusli selfie sama pari manta, pas doi nitip kameranya, langsung turun ke rombongan manta (waktu itu ada 5 manta ray muter-muter, pas selfie pas banget black manta lewat, beginner’s luck), pas dapet juga selfie bareng 4 manta ray.

Nyobain pocket camera buat foto underwater, oke juga hasilnya, tapi jangan dibandingin sama kamera DSLR atau mirrorless ya, harga & ukurannya juga beda jauh. Beberapa kali nyebur bawa Fujifilm XP120 yang bisa dipake nyebur sampe kedalaman 20 meter, buat snorkeling & freedive cukup banget (ga bisa dalem-dalem juga ekeh), kamera ini juga udah ada feature underwaternya (icon), jadi otomatis nambahin red filter sendiri, klo dipake buat turun lebih dalem tinggal ditambah warna merah lagi di editing karena makin dalem warna merah duluan ilang di foto.

Selamat pagi semua! Masih kebayang-bayang pasir pink di Taman Nasional Komodo, buat yang kerjaannya jalan-jalan kaya gue, kembali ke kehidupan nyata (pulang) itu tetap berasa berat kok. Apalagi klo abis trip laut, susah banget move on nya, pas awal trip berasa yeay masih lama di laut, misalnya seminggu, tau-tau kok udah hari terakhir ya selalu seperti itu.

Ponsel Huawei Cocok untuk Dibawa Traveling

Salah satu device yang selalu aku bawa pada saat traveling yaitu ponsel Huawei. Ditambah lagi sekarang keluaran terbarunya sangat canggih. Aku  mempercayai Huawei ini untuk mengambil foto dan video dengan resolusi sebagus kamera. Aku sangat merekomendasikan sekali bagi teman – teman yang suka traveling tapi males ribet bawa kamera bisa banget tinggal bawa ponsel ini.

Akhirnya pake Huawei P30 pro juga, baru dapet weekend kemarin nih! Kameranya gawat sih bagus banget, langsung dipake explore macem-macem tempat di Bali kemarin.

Btw udah pada tau kan klo setelah 2 tahun, akhirnya HUAWEI’s global photo competition, NEXT-IMAGE Awards is FINALLY OPEN IN INDONESIA! Mesti banget ikutan soalnya hadiahnya:
GRAND PRIZE 20.000 USD (sekitar Rp. 285 juta),
Chance to attend Paris Photo 2019 dan juga Huawei P30! WAGILASIH hadiahnya, gw pun mesti ikutan!

Ada 6 kategori foto buat NEXT-IMAGE Awards 2019 ini: emotion tag, Hello Life!, Faces, Going The Distance, Life Now & Storyboard, pilih yang paling kalian suka dan kuasai kategorinya ya 🙂 Caranya gimana? langsung cek aja ke timelinenya Huawei Mobile dan Huawei Next Time Image dan ke gallery.consumer.huawei.com.

Bener-bener amazed sama kecanggihan Huawei P30 pro terutama buat foto kondisi low light dengan Super Sensing Leica Quad Camera. Foto ini diambil di La Brisa Bali, udah pada banyak yang tau lah ya cahaya di La Brisa malem-malem kaya apa, emang banyak lampu tapi buat ambience aja dan mostly gelap tapi HASILNYA BISA KAYA GINI!

Cara ambil foto low light juga gampang, cuma pake Night Mode dan kita mesti tahan posisi beberapa detik aja dan otomatis Huawei P30 akan mendeteksi area yang cahayanya kurang dan menaikkan level cahaya hingga normal, jadi area yang sudah ada cahaya juga ga jadi over, bener-bener CANGGIH! Ngasih liat hasil foto Huawei P30 sih bikin pada mau juga hehe, NAH lagi ada i want huawei p30 pro contest di Huawei Mobile, hadiahnya? tentu saja Huawei P30! jadi buruan ikutan yaa!

Gunakan Perawatan Wajah yang Travel Size Saat Traveling

Sejak pakai smartwatch sehari-hari jadi sering diingetin untuk lebih banyak gerak! Baru seminggu ini pakai Garmin ID VivoActive 3, yang designnya cocok dengan style aku (warna rosegold dan strap putih), ikut-ikutan pakai karena orang di sekitarku pakainya Garmin semua.

Setiap hari jadi keliatan jalan kakinya udah berapa ribu langkah (kalau belum goal sama jamnya diingetin terus), dan bisa bisa mengukur banyak aspek selama olahraga. Stay fit ya teman-teman dan jangan lupa gerak!

Meneropong rejeki dan jodoh yang tampaknya sudah dekat LOL! By the way ini fotonya di dalam The Palace Villa Dream Cruise Line, mewah banget, super luas, ada private jacuzzi, dan kalau menginap disini ada personal butler. Sebagus itu, pantesan harganya paling mahal se-kapal! Well kalau enggak menginap disini ternyata bisa experience juga kok ada paket Dine & Wine dimana kamu bisa nikmatin dinner sambil diiringi private pianist, dan bisa pakai jacuzzi-nya.

Kemarin waktu naik Genting Dream Cruise 4 hari 3 malam bawa produknya satu pouch aja. Untuk bawaan selama travelling sih aku seringnya simple (kecuali sambil ada kerjaan lagi review produk tertentu jadinya harus bawa banyak).

Tips dari aku kalau kalian mau minim bawa produk pas travelling, ya cari produknya yang bisa multifungsi, atau misalkan produk pagi dan malam samain aja. Ukuran packaging juga ngaruh, personally aku suka ngumpulin produk travel size buat jaga2 untuk dibawa travelling.

Avoskin Beauty

Inget kan review aku soal Avoskin Beauty Miraculous Refining Toner? Nah aku juga udah cobain serumnya nih! Avoskin Miraculous Refining Serum ini mengandung 10% AHA + 3% BHA + 2% NIACINAMIDE + CERAMIDE. Di aku sih efektif banget yaa untuk memudarkan bekas jerawat dan pori tampak mengecil.

Nah tapiii untuk kulitku ternyata ga bisa nih pakai both toner + serumnya karena jadi over exfoliating, jadi penggunaannya aku selang-seling aja. Of course Miraculous Refining Serum ini lebih ‘intens’ kalau dibandingkan tonernya. Worth to buy untuk local brand dengan harga affordable!

Tempat Bagus untuk Traveling Di Masa Pandemi

Penyelaman di Pulau Derawan

Dua orang yang paling berjasa ketika aku memulai memberanikan diri untuk menyelam. Pak Hasan adalah orang yang selalu mengajakku untuk melakukan selam bebas. Dia yang mengajarkanku tentang menahan nafas, mengayunkan fins, equalize dan ketenangan ketika melakukan selam bebas. 1 pesan dari Pak Hasan “JANGAN PERNAH MEMAKSA, HATI-HATI DENGAN HAL YANG MENARIK KETIKA DIBAWAH AIR.”

Sementara Pak Oyo adalah orang yang mengajarkanku untuk berani dan tidak kenal takut ketika melakukan selam bebas. Mengajak untuk menyelam malam hingga tinggal dipondok untuk menombak ikan. 1 pesan dari Pak Oyo “YANG TERJADI DILAUT ITU SUDAH TAKDIR, JANGAN TAKUT SEMAKIN TAKUT SEMAKIN BESAR KEMUNGKINAN BURUK.” Dan dari kedua pesan itu membuat aku semakin yakin ketika melakukan selam bebas.

Gunung Penanggungan Mojokerto

View sunrise dari Bukit yang saat ini menjadi spot favoritku. Jarak yang tidak terlalu jauh dari Surabaya serta pendakian yang hanya 45 menit membuatnya menjadi spot yang enak untuk dikunjungi. Ini kedua kalinya aku kesini. Saat pertama hanya bawa lensa wide dan kali ini bawa lensa Tele. Hasilnya bisa anda nilai sendiri. Layers dari Penanggungan, awan lenticular dan kabut dibawah sisa hujan semalaman. Btw aku juga dapat foto petir ketika malam hari.

Cangar Pacet Mojokerto

Spot wajib kalo maen ke Jawa Timur. Cangar merupakan jalan tembus dari Batu menuju ke Mojokerto begitupun sebaliknya. Jalurnya melintas di tahura R. Soerjo. Begitu syahdu disini. Apalagi ketika menjelang sore kabut turun perlahan menutupi jalan dan rimbun pohon. Bener-bener spot yang harus kalian kunjungi.

Penyelaman Jawa Timur

Selalu mencoba mengangkat tempat dengan keistimewaannya sendiri. Mencari spot dengan sudut pandang berbeda. Mencari tantangan baru, explore tempat baru. Karena pada dasarnya aku suka untuk mengenalkan tempat baru. Bercengkerama dengan penduduk lokal supaya tau spot rahasia mereka. Spot ini ada di Jawa Timur loh Malang tepatnya.

Jadi beberapa waktu yang lalu aku dan teman-teman explore salah satu spot underwater di Jawa Timur. Berangkat dari Surabaya Minggu pagi. Sempet jatuh dari motor waktu mau sampai di Hotel. Hingga sedikit kurang nyaman akibat sedikit pembengkakan di tubuh bagian kanan akibat jatuh tadi Jujur minggu itu adalah hari terberat.

Akhirnya senin pagi datanglah kami ke tempat itu Dari atas sih emang kelihatan biasa banget tak ada yang spesial. Dengan rasa sakit aku tetap memaksakan untuk freedive disini. Melakukan pemanasan sambil menunggu beberapa saat dan melihat cahaya matahari masuk. Damn memikirkan sebuah konsep dan ya terciptalah video ini.

Menjaga dan Melestarikan Hutan Demi Anak Cucu

Kalian tahu gak sih kalo Hutan Indonesia itu merupakan hutan hujan tropis terbesar KETIGA di dunia. Dan peran hutan sendiri adalah sebagai penyedia oksigen, sumber air, tempat hidup keanekaragaman flora fauna, dan pencegah pemanasan global.

Hutan kita, bukan hanya paru-paru dunia, tapi juga paru-paru kita, penyedia udara bersih untuk kita semua loh! Yuk tunjukkan kepedulian kita pada Hutan Indonesia dengan menggunakan masker hutanku napasku. Selain itu, kita juga harus menjaga hutan agar tetap rindang dan menjadi paru – paru untuk kehidupan yang ada di bumi.

Oiya, kalo kalian mau ikut JALAN-JALAN GRATIS ke hutan untuk melihat sumber napas kita, ayok ikuti kompetisi Hutanku napasku . Cek dan follow hutanitu id untuk info lebih lanjut! Peduli terhadap hutan merupakan tindakan yang harus diambil oleh semua orang. Dengan demikian, hidup akan bisa berlangsung lebih panjang untuk anak cucu kita kelak.

Karena napas kita, hidup kita, datang dari hutan kita. Waktu Tempuh dan Jarak Pendakian Gunung SINDORO via KLEDUNG. Dan inilah data ala the slacker hiker dengan pendakian yang cukup santai sambil menikmati padatnya Sindoro via Kledung pasca 17 Agustus kemaren :

Day 1
Basecamp – Pos 1 : 3 km (10 menit naik ojek)
Pos 1 – Pos 2 : 1 km (1 jam)
Pos 2 – Area Batu Longko : 600 m (1 jam)
Area Batu Longko – Pos 3 : 700 m (2 jam)

Day 2
Pos 3 – Sunrise Camp : 200 m (15 menit)
Sunrise camp – Pos 4 Watu Tatah : 1.2 km (2.5 jam)
Pos 4 Watu Tatah – Summit : 900 m (1 jam)

Sedikit ngesot banyak sambatnya, btw udah pada nonton video pendakian Sindoro via Kledung ala the slacker hiker belum yaaa?

Sebuah unpopular opinion tentang Kawah Sindoro-Sumbing. Ini bukan berdasarkan data tapi hanya opini dari mata yg memandang. Sindoro-Sumbing yang terkenal sebagai Gunung Kembar ini memiliki perbedaan ciri khas dari segi puncaknya.

Kalo Sindoro itu area puncaknya sangat luas, bahkan terdapat padang sabanah namun kawahnya tidak luas (210m x 150m) dan tentunya gersang. Nah kalo Sumbing itu area puncaknya atau bibir kawahnya sangat sempit tapi kawahnya benar-benar luas bahkan terdapat padang sabanah!

Liburan Tetap Cuan dengan Cara Ini

Sebagai seorang photografer perpindahan dari satu tempat ke tempat lain menggunakan transportasi publik yang selamat, aman dan nyaman menjadi hal penting yang harus aku pastikan terlebih dahulu.

Meski list perjalananku ditunda sementara waktu di masa pandemi ini, suprisingly aku melihat pemerintah tetap melakukan upaya agar konektivitas transportasi tetap tersedia untuk masyarakat.
Aku mau tau dong travelling experience kalian dan transportasi publik yang pernah kalian gunakan untuk sampai ke sana.

Kalian bisa share pengalaman kalian dengan ikut kompetisi instagram video yang diadakan transmate indonesia dan kemenhub dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Indonesia ke-76. Caranya sangat mudah sekali, simaklah dibawah ini.

Ada 2 sub Tema yang bisa kalian pilih :
1. Cerita tentang manfaat konektivitas logistik, yang mendukung kamu dalam kelancaran pengiriman distribusi barang di kota kamu, terutama di masa pandemi

2. Cerita tentang serunya pengalaman kemudahan konektivitas transportasi publik yang pernah kamu gunakan ketika liburan di indonesia

Untuk karya terbaik akan mendapatkan hadiah hingga total 33 Juta Rupiah !

Ubud merupakan salah satu daerah yang sangat populer dan tidak asing bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali. Berkunjung ke Ubud, ga akan cukup kalau hanya ke satu tempat saja, karena Ubud memiliki sejuta Zona GOKIL Maksimal yang wajib dikunjungi! mulai dari sawah-sawah, pusat kebudayaan nya, sampai ke kuliner khas Ubud yang gaboleh ketinggalan!

Semua hal itu pastinya akan lebih mudah kalian akses dengan jaringan internet dari Smart Fren World GOKIL MAX yang punya Kuota Besar dan 100% 4G di semua aplikasi, ada 36GB yang terdiri dari 12GB Kuota Nasional dan 24GB Kuota Lokal ditambah Extra Kuota 70GB dari jam 1-5 pagi!

Selalu jadi Temen buka Peluangmu biar semakin maksimal explore berbagai list atau rekomendasi tempat yang wajib dikunjungi di Ubud.
Cuma dalam berberapa detik saja karena kecepatan internet dari smartfren ini kenceng Maksimal! Apalagi harganya yang terjangkau hanya mulai 30ribu, jalan jalan kalian ke sudut manapun jadi semakin maksimal!

Fasilitas WET Sendi untuk Tradisi yang Hampir Punah

Sebuah Tradisi Adat dari Desa Sendi. Desa Adat Sendi memiliki tradisi Basuhan Kucur Tabut, yakni membersihkan diri di mata air Sungai Tabut. Nah untuk mengikuti tradisi ini kita harus menggunakan selendang kuning sebagai simbol ikatan persaudaraan dari masyarakat Sendi.

Ritual adat ini dipimpin oleh Demang (Tetua Adat) yang biasa dilakukan pada Jumat Legi. Dan kali ini diadakan dalam rangka rasa syukur dan terimakasih kepada PLN yang telah menyalurkan listrik PLN Peduli ke Desa Sendi sejak tahun 2016.

Masih bercerita ttg Tradisi Desa Adat Sendi yakni Basuhan Kucur Tabut. Selain karena tujuan dari adat ini untuk membersihkan diri, kita juga diwajibkan untuk MELEPAS ALAS KAKI dengan filosofi bahwa kita harus menyatu dengan alam.

Anyway, kalian tahu gak bahwa Desa Sendi ini hanya dihuni oleh sekitar 700 warga, dan hingga saat ini masih belum diakui sebagai Desa Adat oleh Pemprov Jatim. Meskipun begitu, perekonomian wisata yang ada di Desa Sendi ini masih terus berkembang dengan adanya program PLN Peduli yg tidak hanya menyediakan listrik, namun juga ikut membangun fasilitas di Wet sendi. Semoga dengan adanya fasilitas ini, anak cucu kita dapat melihat sejarah Indonesia.

Buat Apa Naik Gunung?

Pernah gak, ketika pendakian, kaki tetap berjalan mulut terdiam tapi pikiran penuh dengan dilema dan pertanyaan? Kalo pernah, berarti kita SAMA. Naik gunung itu katanya adalah sebuah proses dan pembentukan karakter.

Bukan hanya tentang view atau sunrise yang indah, tapi juga tentang pencapaian untuk lebih mengenal diri sendiri dan menaklukkan ego. Kalo sering naik gunung, tapi tidak belajar sesuatu yg baru, mungkin bisa bertanya kembali pada diri sendiri, kenapa masih naik gunung?

Ada banyak sekali kesan dan pesan yang bisa didapatkan oleh seseorang dalam satu kali perjalanan naik gunung. Proses pendewasaan diri ini merupakan salah satu yang paling ampuh karena menyatu dengan alam membuat kita sadar betapa kecilnya manusia dan apa guna tinggi hati. Selamat traveling!

Berkeliling Pulau Kecil Menggunakan Kayak

Ini bukan lagi trekking di Gunung. Gak perlu bawa kerir gede tapi harus tetep ngedaki trek yang cukup aduhai kemiringannya. Pagi buta turun dari kapal, nyusurin jalanan setapak yang cukup curam. Akhirnya nyampe juga di puncak Gili Lawa Darat buat ngeliat langsung panorama sunrise dari bukit sini. Dulu pas perjalanan pertama kali kesini gue gagal dapetin sunrise karena kecapekan. Dan sekarang diperjalanan kedua kali ini bareng tim MTMA akhirnya berhasil ngeliat langsung sunrise jingga disini.

Berkeliling menggunakan kayak sambil menelusuri pulau-pulau kecil di sekitar pulau Komodo. Cukup sulit menelusuri pulau disini dengan perahu berukuran kecil ini karena perairan disini merupakan pusat pertemuan arus laut sehingga arus cukup kencang dan arahnya berubah-ubah. Selalu ada hal menarik yang bisa dieksplor di Kepulauan maha eksotik ini. Indonesia Juara.

Masih terombang-ambing mengarungi indahnya perairan pulau Komodo. Dari mulai bangun sampe tidur lagi viewnya tetep juara. Alhamdulillah juga buat dua hari ini cuacanya cerah terus. Mestakung chuy!

Sampe juga kesini setelah setahun yang dulu gak kesampean ke pulau Padar ini, cuma sempat explore area lainnya. Akhirnyaaaa perjuangan trekking siang bolong dibawah terik matahari yg nyengat banget terbayar juga dengan viewnya yang bikin speechless. Sebenernya gue gak demen-demen banget maen ke Pantai, tapi kalo pantainya kayak gini siapa yang bisa nolak. Trekking disini lumayan aduhai juga rasanya walaupun gak sepanjang dan securam gili lawa tapi karena cuaca siang tadi panas banget jadinya berasa lebih extreme. Terima kasih buat semesta yang selalu mendukung sampe hari ketiga hari ini cuaca cerah terus. Semoga sampe besok cuaca Flores tetep Juara.

Thanks buat 4 hari kebersamaannya mengarungi perairan Kepulauan Komodo dan menyusuri jalanan Flores yang berkelok-kelok. Pengalaman yang luar biasa bisa trip bareng kalian tim MTMA. Sukses terus buat my trip my adventure tunjukin pada semuanya kalo Indonesia itu luar biasa indahnya.

Besok udah harus ninggalin Labuan Bajo buat meluncur ke Puncak tertinggi gunung berapi di Indonesia. Semoga mestakung